Meski demikian, kebutuhan pengisian kembali persediaan minyak atau storage refill diperkirakan dapat menjadi penopang harga dalam jangka menengah, sehingga Brent berpeluang bertahan setidaknya di level USD80 per barel.
Di pasar batu bara, harga juga masih bergerak menguat sepanjang Oktober. Harga batu bara berdasarkan indeks ICI naik sekitar 3-11 persen, sedangkan harga Newcastle meningkat 3 persen secara bulanan (month-on-month/MoM).
Namun, terdapat risiko yang perlu dicermati oleh emiten batu bara.
Pemantauan Indo Premier menunjukkan ketinggian air di sejumlah wilayah Kalimantan telah membaik signifikan seiring meningkatnya frekuensi hujan dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi ini berpotensi memperlancar aktivitas produksi dan pengiriman batu bara, sehingga dapat menekan harga komoditas tersebut.
Sementara itu, prospek nikel mulai menghadapi kemungkinan perubahan arah setelah sebelumnya mengalami tekanan.