Spekulasi aksi korporasi tersebut sebelumnya sempat memicu lonjakan harga saham Danamon pada April lalu.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BDMN menguat 17,62 persen dalam sebulan terakhir, ditutup di level Rp4.740 per unit pada Selasa (26/5). Sementara, sejak awal 2026 (YtD), saham BDMN melonjak 91,90 persen.
Meski demikian, MUFG menegaskan belum ada keputusan final yang diambil. Perusahaan tersebut sebelumnya menyatakan masih mempelajari dampak aturan free float terbaru di Indonesia beserta berbagai opsi penyesuaian yang memungkinkan.
Sementara itu, masih menurut Bloomberg, Bank Danamon menyatakan tengah meninjau regulasi baru tersebut dan akan mengambil langkah yang diperlukan agar tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.
Saat ini, nilai pasar atau market cap BDMN mencapai sekitar Rp45,8 triliun.
Sebelumnya, muncul laporan dari Head of Investment and Advisory Stockbit & Bibit, Vivi Handoyo Lie dan Investment Analyst Stockbit, Everson Sugianto yang menilai integrasi BDMN dengan MUFG Indonesia berpotensi membuka opsi cash exit bagi pemegang saham minoritas melalui mekanisme dissenter buyback berdasarkan POJK 41/2019.