Dampak fluktuasi ini langsung terasa di Indonesia.
Menurut riset MNC Sekuritas yang terbit pada 17 Maret 2026, transmisi harga minyak global ke dalam negeri terjadi melalui Indonesia Crude Price (ICP), yang memiliki korelasi hampir 95 persen dengan harga Brent.
Hampir setiap kenaikan Brent tercermin langsung pada ICP, tanpa penyangga signifikan.
Indonesia juga masih menghadapi defisit pasokan sekitar 1 juta barel per hari dan bergantung pada impor melalui jalur strategis seperti Selat Hormuz, sehingga ekonomi domestik sangat sensitif terhadap volatilitas harga minyak.
Upaya diversifikasi sumber impor dan percepatan pembangunan cadangan strategis 90 hari dinilai penting untuk meredam risiko ini.
Dalam sektor energi, kenaikan harga minyak membuka peluang signifikan bagi emiten hulu, terutama PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).