MNC Sekuritas menilai setiap kenaikan USD1 per barel dari asumsi harga USD71 per barel dapat meningkatkan EBITDA MEDC sekitar USD4 juta.
Jika harga mencapai USD80 per barel, EBITDA berpotensi tumbuh 3 persen, sedangkan pada kisaran USD90-100 per barel pertumbuhan EBITDA bisa mencapai 6-10 persen seiring ekspansi margin yang lebih kuat.
“Hal ini menunjukkan bahwa laba MEDC sangat terdorong oleh kenaikan harga minyak, menjadikannya pihak yang paling diuntungkan di tengah kondisi pasar yang dipengaruhi oleh tren harga minyak yang naik,” tulis analis MNC Sekuritas.
Sebaliknya, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) relatif lebih defensif karena kontrak gas sebagian besar telah dikunci dengan harga stabil, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) memiliki eksposur terbatas karena berbasis margin distribusi.
MNC Sekuritas pun menaikkan rekomendasi sektor energi menjadi overweight, menekankan bahwa kelangkaan pasokan, gangguan distribusi, dan volatilitas geopolitik menciptakan peluang kenaikan laba yang signifikan bagi emiten hulu.