Menurut hemat BRI Danareksa, INDF menawarkan kombinasi value dan growth yang paling seimbang di antara peers.
Broker tersebut menyoroti model bisnis INDF yang terdiversifikasi, mulai dari bisnis makanan konsumen melalui ICBP hingga agribisnis.
Dengan valuasi price to earnings (PE) hanya 5 kali dan price to book value (PBV) 0,76 kali, saham ini dinilai masih berpeluang mengalami re-rating seiring mengecilnya holding discount.
Sementara itu, ICBP mencatat pertumbuhan penjualan yang tetap solid sebesar 7,6 persen YoY menjadi Rp21,7 triliun. Namun laba bersih turun sekitar 3 persen menjadi Rp2,57 triliun.
Menurut BRI Danareksa, penurunan laba ICBP bukan berasal dari pelemahan bisnis inti, melainkan dampak rugi selisih kurs akibat pelemahan rupiah.