Secara operasional, margin perusahaan masih dinilai kuat dengan operating margin mencapai 21,3 persen.
ICBP dinilai tetap mencerminkan kualitas bisnis yang baik, tetapi sementara tertahan faktor valuta asing (FX).
Dengan valuasi PE 7,8 kali dan PBV 1,48 kali, saham ICBP dinilai menarik untuk akumulasi bertahap apabila stabilitas rupiah mulai membaik.
Di sisi lain, MYOR membukukan lonjakan laba paling tinggi di antara dua emiten consumer staples lainnya.
Laba bersih perseroan melonjak 37 persen YoY menjadi Rp946 miliar, meski penjualan justru turun 4,7 persen menjadi Rp9,4 triliun.