Perbaikan juga terlihat pada pengelola Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Perusahaan menyampaikan bahwa SSSG Januari 2026 menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun lalu, meskipun basis pembanding pada kuartal I-2025 cukup tinggi, yakni 8,6 persen.
Kinerja tersebut antara lain didorong oleh penjualan produk ready-to-drink (RTD) teh yang lebih kuat.
“Secara keseluruhan, kami melihat adanya peningkatan daya beli masyarakat dibandingkan periode Lebaran tahun lalu,” tulis analis Indo Premier dalam riset tersebut.
Namun demikian, Indo Premier menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berkepanjangan dapat menjadi faktor yang menekan kinerja sektor ritel ke depan.
Sebagian besar peritel diskresioner dalam cakupan riset Indo Premier menyasar segmen kelas menengah hingga menengah atas. Jika harga BBM terus meningkat, daya beli kelompok konsumen ini berpotensi tergerus.