Dari sisi valuasi, Indo Premier mencatat sektor ritel saat ini diperdagangkan pada forward price to earnings (PE) 12 bulan sekitar 11,6 kali, atau sekitar 2 standar deviasi di bawah rata-rata lima tahun.
Valuasi tersebut mendekati level yang pernah terlihat pada masa pandemi Covid-19, sehingga potensi penurunan harga saham dinilai relatif terbatas.
Meski demikian, Indo Premier tetap mempertahankan rekomendasi Neutral untuk sektor ritel, mengingat risiko dari harga minyak yang tinggi masih membayangi pertumbuhan penjualan.
Dalam pemeringkatan saham pilihan, Indo Premier menempatkan MAPI sebagai pilihan utama, diikuti ACES dan AMRT.
Risiko utama yang perlu diperhatikan investor adalah pertumbuhan SSSG yang lebih lemah dari perkiraan. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.