Situasi serupa pernah terjadi pada periode kuartal IV-2022 hingga kuartal I-2023, ketika ACES dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatat perlambatan pertumbuhan SSSG di tengah kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamax.
Untuk AMRT, risiko juga dapat muncul jika pemerintah menaikkan harga BBM subsidi Pertalite. Meski pada kuartal III-2022 dampaknya relatif terbatas karena kenaikan harga barang kebutuhan pokok mampu menutupi tekanan tersebut.
Saat ini, sejumlah perusahaan barang kebutuhan pokok (staples) yang ditemui Indo Premier menyatakan belum memiliki rencana menaikkan harga produk.
Jika kondisi tersebut bertahan, pertumbuhan SSSG AMRT berpotensi melambat apabila harga Pertalite naik.
Indo Premier memperkirakan setiap penurunan 1 persen SSSG dapat menekan laba 2026 masing-masing emiten ritel. Dampaknya diperkirakan mencapai -5 persen untuk MAPI, -3,8 persen untuk ACES, dan -4,5 persen untuk AMRT, dengan asumsi faktor lain tidak berubah.