Program buyback saham ITMG senilai Rp2 triliun atau sekitar 10 persen dari kapitalisasi pasar dinilai mampu menahan tekanan harga saham, meski potensi kenaikan terbatas seiring penurunan profitabilitas unit ke bawah USD15 per ton EBITDA.
Pada tingkat profitabilitas saat ini, JPMorgan mencatat imbal hasil dividen emiten batu bara Indonesia hanya sekitar 6-7 persen, yang dinilai kurang menarik.
Rekomendasi UW juga dipertahankan untuk PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) seiring pergeseran perusahaan ke siklus belanja modal (capex) agresif, sementara bisnis batu bara sebagai sumber kas utama justru melemah.
Sementara itu, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menjadi satu-satunya saham dengan rekomendasi overweight (OW). JPMorgan menilai eksposur ADMR terhadap batu bara kokas dan aluminium memberikan prospek lebih baik.
Menurut JPMorgan, operator smelter aluminium yang tidak terintegrasi secara vertikal diperkirakan diuntungkan oleh tambahan pasokan alumina dari Indonesia pada 2026, yang berpotensi menurunkan biaya produksi. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.