Tahapan berikutnya meliputi penghancuran bijih pada November 2025 dan penumpukan bijih hasil penghancuran pada Desember 2025.
Tonggak penting juga dicapai melalui proses commissioning fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR). Dengan selesainya tahap ini, proyek Pani berada pada posisi siap memulai irigasi heap leach dan produksi emas perdana pada awal 2026.
"Kuartal ini menandai transisi penting bagi EMAS seiring Pani beralih dari tahap konstruksi menuju commissioning dan operasi. Peningkatan kapasitas pengolahan, pertumbuhan cadangan yang kuat, serta penyelesaian tonggak pengembangan utama mencerminkan kualitas dan skala proyek ini," tutur dia.
Selain heap leach, EMAS turut mempercepat pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL). Perseroan melakukan rekonfigurasi desain agar fasilitas CIL dapat mulai beroperasi dengan kapasitas penuh 12 Mtpa pada 2028, lebih cepat dari rencana awal yang menargetkan tahap awal 7,5 Mtpa pada 2029. Pekerjaan tanah untuk fasilitas CIL telah dimulai sejak Januari 2026.
Untuk mendukung fleksibilitas pendanaan proyek, anak usaha EMAS memperoleh fasilitas kredit bergulir (Revolving Credit Facility/RCF) senilai USD350 juta dengan tenor 60 bulan dari sindikasi bank lokal dan internasional. Fasilitas ini memperkuat struktur pendanaan pengembangan tambang Pani di tengah fase awal produksi.