Menurut Ranty, cuti adalah hak dari karyawan dan proses pengajuan cuti telah dilakukan melalui prosedur dan ketentuan internal yang selama ini berlaku. Dengan demikian, perusahaan tak mempersoalkan hal itu.
"Perseroan menghargai hak karyawan dalam menggunakan cuti tersebut," ujarnya.
Sebagai proses merger lebih lanjut, manajemen EXCL menjadwalkan RUPSLB pada 21 Maret 2025. Rapat ini menjadi salah satu syarat penting untuk meminta restu pemegang saham soal rencana merger antara EXCL dan FREN.
Dalam merger ini, Axiata Group Bhd dan Sinar Mas akan menjadi pemegang saham utama sekaligus pengendali dari perusahaan gabungan. Kedua pengendali tersebut masing-masing akan memiliki 34,8 persen saham di XLSmart.
EXCL akan menjadi entitas yang bertahan. Sementara FREN bersama PT Smart Telcom (ST) akan bergabung dalam XLSmart. Dengan merger tersebut, Axiata akan menerima USD400 juta plus USD75 juta di akhir tahun depan jika memenuhi syarat yang disepakati.
(Rahmat Fiansyah)