AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Mitratel (MTEL) Bidik Pendapatan Rp7,4 Triliun di 2022

MARKET NEWS
Suparjo Ramalan
Senin, 10 Januari 2022 19:52 WIB
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) mengincar pendapatan di 2022 mencapai Rp 7,4 triliun. Sementara, laba bersih senilai Rp 1,6 triliun.
Mitratel (MTEL) Bidik Pendapatan Rp7,4 Triliun di 2022 (FOTO:MNC Media)
Mitratel (MTEL) Bidik Pendapatan Rp7,4 Triliun di 2022 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) mengincar pendapatan di 2022 mencapai Rp 7,4 triliun. Sementara, laba bersih senilai Rp 1,6 triliun.  

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko optimis bila proyeksi tersebut bisa direalisasikan pihaknya seiring dengan sejumlah aksi korporasi yang akan dilakukan. 

Tak hanya itu, emiten dengan kode saham MTEL itu pun menargetkan kontribusi kepada negara dalam bentuk dividen mencapai 70%. Theodorus menyebut, target deviden sesuai dengan rencana yang tertuang dalam prospektus perusahaan. 

"Berapa besaran divden yang akan kami bagikan, tentu sesuai dengan rencana yang tertulis di dalam prospektus kami. Maksimal dividen yang akan kami bagikan sebesar 70%,” ujar Theodorus Senin (10/1/2022). 

Untuk menjaga tren pertumbuhan bisnis perusahaan sepanjang 2022, menajemen pun menetapkan empat strategi yang akan dijalankan.  

Strategi pertama, memperbesar kontribusi pertumbuhan bisnis organik dengan cara menggenjot layanan built to suit (B2S) dan kolokasi menara dari operator jaringan seluler (MNO) yang menjadi klien perusahaan. 

Kedua, melanjutkan aksi merger dan akuisisi (M&A) aset menara dari Telkomsel maupun mengakuisisi saham menara yang lebih kecil. Ketiga, mitratel akan melakukan ekspansi dengan menyediakan beberapa layanan baru.  

Saat ini emiten pelat merah itu tengah mengembangkan portofolio layanan infrastruktur digital lengkap bagi operator. Termasuk dengan melakukan fiberisasi menara, mengaplikasikan infrastructure as a service.  

"Sehingga kami bisa menyediakan jaringan tol pelanggan non-MNO, serta ekspansi ke penyediaan small cells, sehingga bisa memberikan solusi infrastruktur untuk pemanfaatan 5G," ungkap dia.  

Menurutnya, dengan kemampuan pendanaan baik dari hasil IPO senilai lebih dari Rp18 triliun, serta leverage dan biaya utang (cost of debt) terendah dibandingkan operator lainnya, Mitratel optimis menyambut setiap peluang yang ada di tahun ini.  

Kempat, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk, itu terus berupaya meningkatkan efisiensi belanja modal (capex) dan biaya operasional (opex) perusahaan sehingga bisa meningkatkan profitabilitas dan menambah arus kas. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD