Menurut Sucor, ruang pemulihan harga masih sangat terbuka, termasuk bagi Telkomsel milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang kini harus lebih disiplin menjaga pendapatan di tengah tekanan kompetisi IndiHome dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Pemulihan prospek juga datang dari bisnis internet. Dari potensi sekitar 90 juta konsumen, jumlah pelanggan internet rumah baru sekitar 15 juta atau setara 17 persen penetrasi. Tingginya harga dan keterbatasan kecepatan menjadi penghambat utama selama ini.
Situasi tersebut diperkirakan berubah dengan hadirnya program Internet Rakyat (IRA) berbasis teknologi fixed wireless access (FWA).
Layanan ini menawarkan kecepatan hingga 100 Mbps dengan tarif sekitar Rp100 ribu per bulan, jauh lebih murah dibandingkan harga saat ini yang bisa menembus Rp300 ribu per bulan untuk kecepatan serupa.
Sucor memperkirakan penetrasi internet berpotensi melonjak ke 60 persen dalam lima tahun, dengan pertumbuhan pelanggan sekitar 29 persen per tahun.