Kenaikan upah minimum nasional pada 2026 yang diperkirakan berada di kisaran 5-7 persen juga dinilai relatif jinak dan sejalan dengan kenaikan 2025. Padahal, biaya gaji menyumbang sekitar 11 persen dari total penjualan bersih peritel.
Indo Premier menghitung, setiap asumsi penurunan pertumbuhan upah sebesar 1 persen berpotensi meningkatkan laba bersih 2026 masing-masing 2,2 persen untuk AMRT, 1,6 persen untuk MAPI, dan 1,2 persen untuk ACES.
Meski demikian, Indo Premier menilai katalis pasca-Lebaran masih terbatas untuk mendorong pemulihan signifikan belanja diskresioner.
Dari sisi valuasi, sektor ritel telah mengalami penurunan valuasi cukup dalam ke 15,5 kali price to earnings (PE) 2026, atau sekitar 1,4 standar deviasi di bawah rata-rata lima tahun.
Arus kepemilikan investor lokal maupun asing juga telah menyusut sejak awal 2025, yang menurut Indo Premier membatasi potensi penurunan lebih lanjut.