Penyedia indeks global tersebut juga akan terus menggunakan data keterbukaan kepemilikan saham di atas 1 persen untuk menyesuaikan estimasi free float apabila diperlukan.
Kebijakan tersebut mencerminkan MSCI masih mencermati isu investability di pasar modal Indonesia, khususnya terkait struktur kepemilikan saham dan ketersediaan free float di pasar.
Untuk pasar Turki, MSCI menyatakan akan tetap melakukan penilaian secara kasus per kasus terhadap saham-saham yang dinilai memiliki kendala investability.
MSCI juga dapat meninjau kembali estimasi free float suatu emiten dan mereklasifikasi pemegang saham tertentu, termasuk sejumlah dana investasi, dari kategori free float menjadi non-free float jika dianggap diperlukan.
MSCI menambahkan akan kembali memberikan pembaruan mengenai perlakuan terhadap pasar Indonesia dan Turki sebelum pelaksanaan MSCI November 2026 Index Review. (Aldo Fernando)