sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Narasi MSCI di Balik Gugurnya Saham Konglomerat BUMI-PTRO Cs

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
27/01/2026 12:09 WIB
Saham-saham berkapitalisasi besar milik kelompok konglomerasi belakangan tertekan, di tengah rencana MSCI mengubah metodologi perhitungan free float.
Narasi MSCI di Balik Gugurnya Saham Konglomerat BUMI-PTRO Cs. (Foto: Freepik)
Narasi MSCI di Balik Gugurnya Saham Konglomerat BUMI-PTRO Cs. (Foto: Freepik)

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menjelaskan, tekanan terhadap saham-saham konglomerasi tidak lepas dari rencana perubahan metodologi MSCI terkait perhitungan free float.

“Jika pada 30 Januari nanti MSCI akan memberlakukan corporate ownership sebagai non-free float, maka saham-saham konglomerasi akan memiliki batas threshold yang lebih jauh untuk bisa masuk ke dalam indeks,” ujar Michael, Selasa (27/1/2026).

Menurut dia, perubahan tersebut membuat sebagian investor, terutama asing, mulai bersikap lebih defensif terhadap saham-saham konglomerasi maupun konstituen yang sebelumnya sudah masuk indeks.

Michael menambahkan, fenomena serupa sejatinya bukan hal baru dan pernah terjadi di pasar negara lain, termasuk India.

“Kasus ini pernah terjadi pada 2023 di India. Saat itu ada enam saham di indeks NIFTY yang keluar, namun pada akhir tahun justru kembali masuk delapan saham,” katanya.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement