sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Narasi MSCI di Balik Gugurnya Saham Konglomerat BUMI-PTRO Cs

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
27/01/2026 12:09 WIB
Saham-saham berkapitalisasi besar milik kelompok konglomerasi belakangan tertekan, di tengah rencana MSCI mengubah metodologi perhitungan free float.
Narasi MSCI di Balik Gugurnya Saham Konglomerat BUMI-PTRO Cs. (Foto: Freepik)
Narasi MSCI di Balik Gugurnya Saham Konglomerat BUMI-PTRO Cs. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Saham-saham berkapitalisasi besar milik kelompok konglomerasi belakangan tertekan, di tengah rencana MSCI mengubah metodologi perhitungan free float pada indeks acuannya.

Sejumlah saham yang sebelumnya digadang-gadang berpeluang masuk ke indeks MSCI Standard Cap, seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Petrosea Tbk (PTRO), justru mengalami tekanan tajam.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BUMI anjlok 18,36 persen ke level Rp338 per saham dalam sepekan hingga perdagangan Selasa (27/1/2026) pukul 11.48 WIB. Pada periode yang sama, saham PTRO juga tergelincir 32,81 persen ke posisi Rp8.550 per saham.

Dari sisi aktivitas investor, asing mencatatkan jual bersih (net sell) di saham BUMI sebesar Rp1,67 triliun sepanjang sepekan di pasar reguler. Sebaliknya, investor asing masih membukukan beli bersih (net buy) di saham PTRO senilai Rp327,29 miliar pada periode yang sama.

Tekanan pada BUMI dan PTRO turut merambat ke saham-saham sejenis milik kelompok konglomerasi, mulai dari Grup Bakrie, Salim, hingga Barito Group milik Prajogo Pangestu, serta kelompok usaha Happy Hapsoro.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement