Berdasarkan kinerja kuartal I-2026, AMMN memenuhi ketentuan tersebut dengan kontribusi sekitar 32 persen pendapatan, sementara BRMS hampir seluruh pendapatannya berasal dari bisnis emas.
Indo Premier juga menilai perubahan aturan free float di Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk kewajiban pelaporan kepemilikan di atas 1 persen dan penambahan 39 klasifikasi saham tertentu, tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap perhitungan free float yang digunakan GDX.
Pasalnya, GDX hanya mengecualikan saham yang dikategorikan sebagai kepemilikan terkonsentrasi (closely held shares) dengan porsi di atas 5 persen dari total kapitalisasi pasar.
“Oleh karena itu, kami menilai penyesuaian free float yang berasal dari regulasi baru BEI tidak akan banyak memengaruhi perhitungan free float AMMN dan BRMS,” kata Ryan dan Reggie.
Di sisi lain, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dinilai berpeluang naik kelas dari indeks VanEck Junior Gold Miners ETF (GDXJ) ke GDX seiring dimulainya produksi emas pada kuartal I-2026.