sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

OJK Bakal Umumkan Langkah Konkret Respons MSCI 

Market news editor Anggie Ariesta
29/01/2026 11:42 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal merespons keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan saham-saham Indonesia untuk masuk dalam indek
OJK bakal merespons keputusan MSCI yang membekukan saham-saham Indonesia untuk masuk dalam indeks global tersebut. (Foto: iNews Media/Rohman Wibowo)
OJK bakal merespons keputusan MSCI yang membekukan saham-saham Indonesia untuk masuk dalam indeks global tersebut. (Foto: iNews Media/Rohman Wibowo)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal merespons keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan saham-saham Indonesia untuk masuk dalam indeks global.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, dirinya hadir bersama sejumlah petinggi regulator terkait membahas berbagai isu yang memengaruhi pergerakan pasar modal belakangan ini. Sejumlah isu tersebut mulai dari MSCI, Danantara, hingga inflasi.

Purbaya mengungkapkan bahwa isu yang menjadi fokus utama yakni keputusan MSCI. Dia mengatakan, OJK akan mengumumkan langkah-langkah yang akan diambil untuk memenangkan pasar.

"Tadi bahas utamanya makan pagi. Tapi ada juga diskusi tentang tadi keseriusan yang kita hadapi dengan kasus yang MSCI tadi. Saya pikir Pak Mahendra (Ketua Dewan Komisioner OJK) sudah mengumumkan langkah-langkah apa yang akan diambil. Tapi nanti dia akan mengumumkan di bursa hari ini," ujar Purbaya saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Selain soal MSCI, Purbaya juga mengungkapkan isu lain yang dibahas terkait pengelolaan tambang emas Martebe yang sebelumnya dimiliki PT Agincourt Resources. Tambang emas yang berlokasi di Sumatera ini akan dikelola oleh BUMN yang akan dibentuk, Perminas.

Purbaya menyerahkan sepenuhnya teknis pembentukan BUMN tersebut kepada Danantara. Namun, dia menekankan visi besar agar Danantara lebih agresif melakukan investasi langsung yang menciptakan nilai tambah ekonomi (economic value creation) ketimbang hanya memarkir dana di surat utang negara (bond).

Menurut Purbaya, Danantara memiliki ruang gerak likuiditas yang sangat luas tahun ini. Dia mengatakan, investasi dengan membentuk BUMN baru jauh lebih efektif untuk menggerakkan ekonomi nasional.

"Kalau ke bond kan saya bayar bunga untuk uang dulunya punya saya juga. Kalau dia beli bikin BUMN langsung kan akan menggerakkan ekonomi. Justru itu yang diharapkan dari Danantara. Jadi ada value creation yang baru," kata Purbaya.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement