Melalui demutualisasi, batasan-batasan konvensional tersebut diyakini dapat ditembus sehingga pasar modal Indonesia bisa bersaing di kancah internasional.
"Fokusnya tentu hanya memfasilitasi kegiatan anggota-anggota bursa semata, ya tidak jauh-jauh perdagangan dan sebagainya. Tapi bayangkan tuntutan modernisasi, inter-connectiveness atau keterkaitan antar-bursa regional global utama itu menjadi potensi dan peluang yang luar biasa besar pada saat kita hadirkan demutualisasi bursa efek ini ke depannya," katanya.
Dia juga menepis demutualisasi untuk "membersihkan" BEI. Menurutnya, kinerja dan tata kelola bursa saham Tanah Air saat ini sudah berjalan dengan sangat baik.
"Bukan untuk bersih-bersih. Emang bursa kotor? Bursa ini bagus. Sebetulnya kan ciri utama dari demutualisasi adalah membuka kesempatan partisipasi pemegang saham atau kepemilikan saham bursa oleh pihak lain, di luar anggota bursanya," katanya.
(Rahmat Fiansyah)