AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Optimisme Industri Asuransi Lewat Teknologi Meski Tumbuh Negatif saat Pandemi

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Senin, 02 November 2020 18:45 WIB
Dampak Covid-19 terhadap industri asuransi diperkirakan akan terjadi hingga melewati Semester II-2021.
Optimisme Industri Asuransi Lewat Teknologi Meski Tumbuh Negatif saat Pandemi. (Foto: Ist)
Optimisme Industri Asuransi Lewat Teknologi Meski Tumbuh Negatif saat Pandemi. (Foto: Ist)

IDXChannel - Dampak Covid-19 terhadap industri asuransi diperkirakan akan terjadi hingga melewati Semester II-2021, hal tersebut terjadi karena industri merupakan bagian dari sistem ekonomi global.

Sejatinya, teknologi informasi secara optimal perlu menjadi perhatian utama dalam kondisi saat yang ini yang lebih mengutamakan system work from home (WFH) dengan kedua pemanfaatan teknologi produksi perusahaan asuransi untuk menjaga interaksinya dengan konsumen, baik nasabah existing maupun calon nasabah.

Dalam program Samsung Mobile Business Insight in Collaboration with IDX Channel dengan tema diskusi bertajuk "Digitalisasi Industri Asuransi di Masa Pandemi”, Deputi Komisioner Pengawas IKNB II OJK, Moch. Ihsanuddin menyampaikan terkait perkembangan dari industri asuransi saat ini berdasarkan data dari OJK di tengah pandemi.

“Kalau kita langsung menjawab terkait dengan perkembangan industri asuransi, kalau dari data terakhir kita kira bukan industri asuransi saja. Setiap jasa keuangan kita yakin mengalami kontraksi yang dahsyat terutama dampak dari Covid-19,” jelasnya dalam program Samsung Mobile Business Insight in Collaboration with IDX Channel, Jumat (23/10/2020).

Kalau kita melihat lihat ke belakang, lanjut Ihsan, sekitar 3 atau 5 tahun di industri asuransi cukup menggembirakan. “Tapi kalau kita melihat di semester pertama ini, ya ini memang cukup mengejutkan, karena grossnya minus. Baik asuransi jiwa atau life insurance, juga di asuransi umum,” katanya.

Dan minusnya cukup tinggi, lanjut Ihsan, dari segi prime nipon sekitar 7,3% penurunan di industri asuransi jiwa. “Sementara kalau untuk industri asuransi umum, itu relatif lebih stabil hanya minus 0,4%, jadi semua mengalami kontraksi,” ungkapnya.

Namun jika dilihat dari sisi asset, aset dari seluruh industri asuransi jika dihitung secara year on year (yoy) masih minus 1,3. “Namun jika dihitung secara year to date (ytd) sampai dengan akhir Agustus 2020 datanya sudah minus 3,1 jadi memang minus,” tandasnya.

Hampir seluruh industri jasa keuangan baik bank maupun non bank mengalami penurunan yang negatif dampak dari Covid-19. “Khusus untuk asuransi ini, memang selain terjadinya penurunan yang negatif, kita masih cukup prihatin. Dan temen-temen asosiasi juga selama ini sudah berupaya sedemikian rupa terkait dengan masalah penetrasi dan densitas daripada asuransi itu sendiri yang tidak bergerak naik dan stabil saja. Kalau dibandingkan dengan negara tetangga, penetrasi kita cukup tertinggal cukup jauh,” pungkasnya. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD