Dari sisi MSCI, risiko penurunan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market masih menjadi perhatian. MSCI telah memperpanjang periode evaluasi hingga November 2026.
Pasar memperkirakan probabilitas penurunan status tersebut berada di kisaran 20 persen hingga 30 persen. Jika skenario tersebut terjadi, arus keluar dana pasif atau forced passive outflow diperkirakan dapat mencapai USD2,2 miliar hingga USD13 miliar.
Menurut Sukadana Prima, risiko tersebut bersifat asimetris dan belum sepenuhnya tercermin dalam harga saham. Pasar cenderung berasumsi Indonesia tidak akan kehilangan status emerging market, sementara kekhawatiran MSCI berkaitan dengan transparansi struktur kepemilikan saham serta dugaan perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu proses price discovery.
Risiko kedua berasal dari potensi El Nino yang dinilai bisa datang lebih cepat dari perkiraan.
Fenomena tersebut tidak hanya berpotensi menekan produksi pertanian, tetapi juga dapat meningkatkan tekanan terhadap anggaran pemerintah.