Dampaknya juga bisa merembet ke sektor perbankan, terutama mengingat besarnya eksposur kredit pertanian dan pedesaan pada bank seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Kementerian Pertanian per 10 Agustus 2026 menyatakan belum berencana melakukan impor beras tahun ini. Produksi beras Januari-September diperkirakan mencapai 28,71 juta ton.
Namun, Sukadana Prima tetap mengantisipasi kemungkinan impor darurat. Tim riset mengacu pada pengalaman 2023-2024 ketika impor beras tetap dilakukan meski sebelumnya terdapat pernyataan serupa mengenai kecukupan pasokan.
Di sektor energi, kebutuhan batu bara PT PLN (Persero) pada 2026 diperkirakan mencapai 154 juta ton.
Hingga Juni, sekitar 134 juta ton hingga 141 juta ton telah terikat kontrak, sehingga masih terdapat potensi kekurangan pasokan sekitar 18 juta ton hingga 20 juta ton.