Sementara S&P Global merivisi proyeksi pertumbuhan permintaan 2025 turun sebesar 16 ribu bph menjadi 730 ribu bph pada publikasi Desember 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara, untuk kawasan Asia Pasifik, perubahan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh crude throughput China yang turun 0,9 persen month of month (mom) di November 2025 menjadi 14,86 juta bph. Angka tersebut adalah yang terendah dalam 6 bulan terakhir.
Selanjutnya, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Desember 2025 dibandingkan November 2025 mengalami penurunan sebagai berikut:
⦁ Dated Brent turun sebesar USD0,95 per barel dari USD63,65 per barel menjadi USD62,70 per barel.
⦁ WTI (Nymex) turun sebesar USD1,61 per barel dari USD59,48 per barel menjadi USD57,87 per barel.
⦁ Brent (ICE) turun sebesar USD2,02 per barel dari USD63,66 per barel menjadi USD61,64 per barel.
⦁ Basket OPEC turun sebesar USD2,61 per barel dari USD64,46 per barel menjadi USD61,85 per barel.
⦁ Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun sebesar USD1,73 per barel dari USD62,83 per barel menjadi USD61,10 per barel.
(NIA DEVIYANA)