"Perseroan saat ini melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi fasilitas guna memastikan keamanan area sebelum aktivitas operasional kembali dijalankan," kata Bambang.
Dia menyebut, hasil investigasi akan disampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Dia menegaskan, perseroan selalu transparan dan akuntabel dalam melaporkan setiap perkembangan situasi ini.
Selain itu, perseroan juga akan mengalihkan aktivitas produksi yang terdampak untuk sementara waktu ke fasilitas operasional lainnya. Hal ini dilakukan demi menjaga kesinambungan pasokan kepada pelanggan tetap terjaga.
"Perseroan memperkirakan kondisi operasional dapat pulih sepenuhnya dalam kurun waktu enam bulan, sejalan dengan progres pemulihan fasilitas dan normalisasi lini produksi," pungkasnya.
(Rahmat Fiansyah)