Lebih lanjut, manajemen menegaskan, pelaksanaan buyback tidak berdampak material terhadap pendapatan Perseroan. Meski jumlah saham beredar akan berkurang, dampaknya terhadap laba per saham (earnings per share/EPS) dinilai tidak signifikan.
"Perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai untuk melaksanakan pembelian kembali saham ini, sehingga tidak akan memengaruhi kondisi keuangan maupun kinerja operasional Perseroan secara signifikan," tutur manajemen.
Di pasar sekunder, saham HEAL tercatat terkoreksi 6,25 persen ke level Rp1.275 pada perdagangan Kamis (29/1/2026). Secara mingguan, saham rumah sakit tersebut telah membukukan penurunan sebesar 9,25 persen seiring tekanan yang melanda pasar saham domestik.
(DESI ANGRIANI)