“Serangan militer memang mendukung kenaikan harga minyak, tetapi faktor utama di sini adalah penutupan Selat Hormuz,” ujarnya.
Sumber perdagangan menyebutkan, sebagian besar pemilik kapal tanker, perusahaan minyak besar, dan rumah dagang telah menangguhkan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam cair melalui Selat Hormuz.
Langkah ini diambil setelah Teheran memperingatkan kapal-kapal agar tidak melintasi jalur tersebut.
Lebih dari 20 persen pasokan minyak global diangkut melalui Selat Hormuz, sehingga setiap gangguan di kawasan ini langsung memicu lonjakan premi risiko.
Parmar memperkirakan harga minyak saat pasar dibuka kembali akan mendekati USD100 per barel, bahkan berpotensi melampaui level tersebut jika penutupan berlangsung lama.