Analis RBC Capital Markets, Helima Croft, juga mengungkapkan para pemimpin Timur Tengah telah memperingatkan Washington bahwa perang dengan Iran bisa mendorong harga minyak melampaui USD100 per barel.
Analis energi di Eurasia Group yang dikutip Reuters menilai harga minyak akan langsung melonjak saat pasar dibuka.
“Jika konflik berlanjut hingga Minggu, harga minyak berpotensi naik USD5-10 dari level dasar USD73 per barel, terutama setelah Iran mengklaim telah menutup Selat Hormuz dan terjadi gangguan lalu lintas tanker,” tulis mereka.
Sementara itu, analis energi di Barclays memperingatkan pasar minyak bisa menghadapi skenario terburuknya pada Senin.
“Dalam kondisi saat ini, Brent berpotensi menembus USD100 per barel, karena pasar bergulat dengan ancaman gangguan pasokan di tengah situasi keamanan Timur Tengah yang kian memburuk,” kata Barclays.