Analis strategi di OCBC Singapura, Christopher Wong, menilai serangan tersebut meningkatkan premi risiko geopolitik.
Ia memperkirakan aset lindung nilai seperti emas dibuka dengan lonjakan harga, sementara minyak menguat karena kekhawatiran pasokan.
Sebaliknya, aset berisiko dan mata uang dengan volatilitas tinggi berpotensi mengalami gejolak, terutama jika muncul kabar pembalasan lanjutan atau konflik meluas ke kawasan lain.
Pandangan serupa disampaikan CIO Vantage Point Asset Management, Nick Ferres.
Menurut dia, sektor energi masih relatif murah dan berpotensi reli pada awal pekan, bersama dengan emas.
Informasi saja, mengutip Reuters, minyak merupakan barometer utama ketegangan di Timur Tengah.