Sementara pada saat yang sama, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat signifikan sebesar 88,7 persen menjadi Rp80 miliar. Volume penjualan juga naik 1,7 persen (YoY) menjadi 8,71 juta ton.
"Capaian ini menunjukkan strategi transformasi yang kami jalankan berhasil menjaga resiliensi bisnis sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang," ujar Vita.
Menurut Vita, SIG tidak hanya fokus menjaga kinerja jangka pendek, namun juga sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan.
Transformasi bisnis yang dijalankan secara disiplin berhasil meningkatkan daya saing perusahaan di tengah tantangan industri.
Vita menjelaskan, salah satu fokus utama SIG saat ini adalah memperkuat penetrasi pasar ekspor sebagai langkah strategis untuk meningkatkan utilisasi pabrik, dan memperluas peluang pasar produk derivatif bernilai tambah.