Dalam pelaksanaannya, perseroan akan menggunakan dana internal dan tidak berasal dari pinjaman maupun dana hasil penawaran umum.
Perseroan menilai, langkah pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak material terhadap kinerja operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.
Pendapatan perusahaan diperkirakan tidak akan terpengaruh secara signifikan, sementara dampaknya terhadap pembiayaan perseroan juga dinilai sangat kecil.
"Pelaksanaan buyback tidak akan mengganggu kegiatan usaha maupun prospek pertumbuhan perusahaan dan dapat membantu menstabilkan harga saham perseroan di tengah volatilitas pasar," kata manajemen dalam keterbukaan informasi Senin (16/3/2026).
(DESI ANGRIANI)