Dalam 15 tahun terakhir, ISSI mencatat imbal hasil sebesar 94 persen dan menempati peringkat keempat di antara indeks syariah utama dunia.
Pertumbuhan investor syariah juga berlangsung sangat pesat. Berdasarkan data anggota bursa yang memiliki jendela syariah, jumlah investor syariah meningkat dari 531 investor pada 2012 menjadi 226.457 investor per April 2026.
"Hal ini membuktikan dengan jelas bahwa instrumen pasar modal Syariah telah menjadi pilihan investasi pilihan bagi masyarakat Indonesia," ujar Risa.
Pengakuan internasional turut memperkuat posisi Indonesia dalam industri keuangan Islam global. Pada 2025, pasar modal Syariah meraih penghargaan dari Global Islamic Finance Awards (GIFA) melalui penghargaan GIFA's Championship Award for Islamic Capital Market 2025.
"Ini menandai penghargaan kedelapan yang diterima oleh BEI dari GIFA sejak tahun 2016," katanya.