AALI
9800
ABBA
232
ABDA
5900
ABMM
2230
ACES
770
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6675
ADHI
770
ADMF
8025
ADMG
174
ADRO
2860
AGAR
320
AGII
2150
AGRO
705
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
56
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
148
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1490
AKRA
1030
AKSI
288
ALDO
850
ALKA
300
ALMI
298
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/06/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
529.22
-0.37%
-1.96
IHSG
6911.58
-0.44%
-30.77
LQ45
991.94
-0.38%
-3.77
HSI
21859.79
-0.62%
-137.10
N225
26393.04
-1.54%
-411.56
NYSE
0.00
-100%
-14667.32
Kurs
HKD/IDR 1,896
USD/IDR 14,890
Emas
868,358 / gram

Pasar Uang Asia Variatif, Rupiah Hari Ini Perkasa di Rp14.358 per USD 

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Jum'at, 07 Januari 2022 10:01 WIB
Rupiah terpantau menguat 32 poin atau 0,23% di harga Rp14.358 per 1 dolar AS (7/1).
Pasar Uang Asia Variatif, Rupiah Hari Ini Perkasa di Rp14.358 per USD (Dok.MNC Media)
Pasar Uang Asia Variatif, Rupiah Hari Ini Perkasa di Rp14.358 per USD (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Nilai mata uang tukar rupiah hari ini terpantau unggul terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat pagi (7/1/2022). Menilik pasar spot Bloomberg hingga pukul 09:14 WIB, rupiah terpantau menguat 32 poin atau 0,23% di harga Rp14.358 per 1 dolar AS.

Yuan China naik 0,07% di 6,3785, Yen Jepang turun -0,05% di 115,88, dan Baht Thailand anjlok -0,10% di 33,585. Dolar Hong Kong terkoreksi -0,01% di 7,8011 dan Dolar Australia menguat 0,10% di 0,7168.

Adapun Won Korea Selatan melambung 0,19% di 1.202,69, Ringgit Malaysia menanjak 0,03% di 4,2098, dan Dolar Singapura tumbuh 0,04% di 1,3599. Peso Filipina terpuruk -0,20% di 51,260, dan Dolar Taiwan naik 0,02% di 27,658.

Indeks Dolar AS yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang lainnya kembali mengalami tekanan -0,11% menjadi 96,21.

Kendati demikian, Dolar masih cukup kuat terhadap yen Jepang, yang tampak akan melanjutkan relinya jika data tenaga kerja Amerika Serikat pada Jumat ini (7/1) menunjukkan catatan positif.

Sebelumnya, sejumlah data tenaga kerja parsial yang dirilis Rabu (5/1 melebihi ekspektasi pasar. Apabila data pekerjaan hari ini menunjukkan angka non-farm payrolls yang kuat, terutama jika lebih besar dari perkiraan sebesar 400.000 pekerjaan yang ditambahkan dari bulan lalu, maka dinilai dapat semakin mempertegas kenaikan suku bunga lebih cepat.

"Jika non farm payrolls sangat kuat, maka Fed memiliki lebih banyak bahan bakar untuk mempertahankan sikap hawkish mereka, yang selanjutnya mendukung kemungkinan kenaikan suku bunga pada Maret," kata analis di NatWest dalam sebuah catatan kepada klien, dilansir Reuters, Jumat (7/1/2022).

Peningkatan kasus Omicron juga menyebabkan kegelisahan di sejumlah pasar uang negara berkembang. Seperti baht Thailand yang turun 1% terhadap dolar pada Kamis lalu setelah negara tersebut menaikkan tingkat kewaspadaan terhadap virus, yang menandakan adanya pembatasan lebih ketat. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD