AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Pasca Merger, Berikut Kinerja Saham Indosat (ISAT) Versus Telkom (TLKM)

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Minggu, 19 September 2021 18:31 WIB
Pasca bergabungnya PT Indosat Tbk dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) saham PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) bergerak variatif sepanjang pekan ini.
Pasca Merger, Berikut Kinerja Saham Indosat (ISAT) Versus Telkom (TLKM) (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pasca bergabungnya PT Indosat Tbk dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) saham PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) bergerak variatif sepanjang pekan ini, 13 - 17 September 2021. Lalu bagaimana dengan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Memantau pergerakan keduanya di pasar modal, Equity Research Analyst MNC Sekuritas Rifqi Ramadhan menuturkan terdapat sejumlah hal yang perlu dicermati investor terkait dua emiten tersebut.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

TLKM ditutup akhir pekan ini dengan penguatan 90 poin (2,62 persen) di level 3.530 dari 3440. Valuasi sepekan menunjukkan TLKM masih berada di zona hijau (6.01 persen).

Kendati TLKM dalam perhitungan tahun berjalan (year to date) terpantau menguat (6,67 persen), namun valuasi 3 tahun terakhir masih menunjukkan pelemahan (-8.55 persen).

Selama 5 hari jalannya bursa, TLKM hanya melemah sehari pada Kamis (16/9) dengan penurunan sebesar 10 poin (-0,29 persen).

Dari total Rp1,7 triliun dana yang dieksekusi sepekan, investor asing masih mendominasi perdagangan TLKM sebanyak 57,66 persen dibandingkan investor dalam negeri yang mencapai 42,34 persen, meskipun dari segi frekuensi investor domestik lebih unggul sebanyak 58,55 persen.

Di samping itu, asing juga menguasai 57,48 persen volume saham yang dieksekusi sepekan dari total 504,8 juta lembar saham.

Menilik fundamental perseroan sepanjang semester I-2021, TLKM mencatatkan penjualan mencapai Rp69,48 triliun, dengan laba bersih sebesar Rp12,45 triliun, tumbuh 13,3 persen (yoy).

"Salah satu anak usaha Telkom sudah punya lisensi khusus untuk pembangunan infrastruktur atau pemanfaatkan jaringan 5G, tentu hal ini dapat menjadi sentimen positif TLKM," kata Rifqi dalam 2nd Session Closing, Jumat (17/9/2021).

PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT)

ISAT ditutup terkoreksi -225 poin (-3,16 persen) di level 6.900 dari 7.125 pada akhir pekan ini. Valuasi sepekan menunjukkan ISAT berada di jalur positif (3,37 persen).

Adapun dalam perhitungan tahun berjalan, ISAT terpantau melesat (36.63 persen) dan secara tahunan mampu meroket (180,49 persen).

Selama 5 hari jalannya bursa, ISAT hanya melemah pada Jumat (17/9), dan selebihnya menunjukkan penguatan.

Dari total Rp255 miliar dana yang dieksekusi, investor domestik masih mendominasi perdagangan ISAT sebesar 87,64 persen, dibandingkan investor asing yang mencapai 12,36 persen.

Selain itu, baik dari segi volume saham dan frekuensi, investor dalam negeri masih memimpin, yang berturut turut 87,60 persen dan 84,72 persen.

Menengok fundamental perseroan semester I-2021, ISAT mencatatkan total pendapatan sebanyak Rp14,98 triliun, naik 11,4 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Sementara laba bersih ISAT tembus Rp5,59 triliun, melesat dari rugi bersih sebelumnya senilai Rp341,1 miliar.

"Kita tahu Indosat dan Tri merger, ini adalah peluang yang menggiurkan untuk memperluas marketshare. Dan juga di satu sisi, sepanjang semester I-2021, Indosat mencatatkan pertumbuhan positif. Ini memberi sentimen baik untuk ISAT," kata Rifqi.

Rekomendasi

Rifqi merekomendasikan investor untuk mencermati emiten TLKM dengan pertimbangan fundamental perusahaan yang mapan untuk prospek ke depannya.

"Terkait prospek, kami lebih merekomendasikan saham TLKM untuk jangka panjang, mengingat dari segi kompetitif TLKM, saham ini cukup dipertimbangkan dari sisi fundamental, karena sudah cukup settle, dan bisa memberikan imbal hasil dividen yang lumayan," terangnya.

Terkait teknikal, menurutnya investor perlu melihat titik support dan resistance terdekat dari TLKM

"Harga TLKM dimungkinkan akan menuju 3650-3750, namun mohon diperhatikan untuk aksi profit taking, level support yang perlu dijaga di 3345," bebernya.

Sementara untuk ISAT, Rifqi memandang masih akan terjadi koreksi mengingat potensi profit taking di emiten ini.

"Banyak aksi profit taking dari pelaku pasar di mana sebelumnya mereka sudah aksi akumulasi beli pada awal tahun, sehingga menyebabkan harga saham ISAT lebih naik cepat dibandingkan TLKM," tandasnya. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD