sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pasok Susu MBG, Estika Tata (BEEF) Impor Ratusan Sapi Perah 

Market news editor Desi Angriani
18/02/2026 18:45 WIB
Estika Tata merealisasikan impor 250 ekor sapi perah yang tiba melalui Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, Jawa Tengah.
Pasok Susu MBG, Estika Tata (BEEF) Impor Ratusan Sapi Perah (Foto: dok BEEF)
Pasok Susu MBG, Estika Tata (BEEF) Impor Ratusan Sapi Perah (Foto: dok BEEF)

IDXChannel - PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) merealisasikan impor 250 ekor sapi perah yang tiba melalui Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, Jawa Tengah. 

Pengadaan sapi perah induk ini merupakan strategi bisnis perseroan dalam memenuhi kapasitas produksi susu segar nasional dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Pengadaan sapi perah ini terlaksana melalui kerja sama strategis dengan PT Lunar Chemplast sebagai mitra dalam proses pengadaan dan importasi," kata manajemen BEEF dalam keterbukaan informasi, Rabu (18/2/2026).

Adapun Program MBG menargetkan 20 juta penerima manfaat dengan kebutuhan susu yang diperkirakan mencapai sekitar 4 juta ton per tahun. 

Untuk menopang kebutuhan tersebut, dibutuhkan impor 400 ribu ekor sapi pada 2025, dengan sekitar separuhnya merupakan sapi perah dengan penambahan target populasi 2 juta sapi dalam lima tahun ke depan.

Manajemen BEEF menjelaskan, setibanya di Pelabuhan Tanjung Intan, sapi perah menjalani masa karantina sekitar dua minggu sesuai prosedur kesehatan hewan. Selanjutnya, ternak ditempatkan di kawasan Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Manggala, Baturaden, Kabupaten Banyumas.

Fasilitas peternakan yang disiapkan memiliki luas kandang sekitar 1.709 meter persegi dengan dukungan lahan 1.448 meter persegi. Lokasi Baturaden yang berada di dataran tinggi dengan iklim relatif sejuk dinilai ideal untuk menjaga stabilitas produksi susu dan kesejahteraan hewan.

Dalam pengelolaan operasional, BEEF juga bekerja sama dengan BBPTU Baturaden untuk memastikan penerapan standar manajemen peternakan terbaik, termasuk aspek teknis pemeliharaan, pengawasan kesehatan ternak, hingga pengembangan sistem produksi berkelanjutan.

Untuk memperkuat rantai pasok pakan, perseroan menanam tanaman hijauan di lahan seluas 178.214 meter persegi di Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas.  

Area yang berada di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut tersebut memiliki kondisi agroklimat yang mendukung pertumbuhan pakan berkualitas tinggi guna menjaga nutrisi dan produktivitas sapi perah.

"BEEF optimistis mampu meningkatkan kapasitas produksi susu segar secara signifikan, memperkuat ketahanan rantai pasok, serta berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan protein hewani nasional," tutur manajemen.

Sebelumnya, BEEF mengumumkan rencana penambahan sejumlah kegiatan usaha baru dalam rangka mendukung program makan bergizi gratis (MBG), meliputi segmen susu sapi, aktivitas cold storage atau gudang pendingin, hingga usaha penggemukan kerbau.

Tiga kegiatan usaha baru tersebut ditaksir akan berkontribusi atas penjualan senilai Rp83,33 miliar pada 2026, dan akan melesat 116,92 persen menjadi Rp180,76 miliar pada 2027.

Total investasi yang dihitung perusahaan untuk menjalankan penambahan tiga kegiatan usaha baru ini sebesar Rp319,37 miliar, dengan komposisi 60 persen, atau Rp191,62 miliar dari utang bank dan 40 persen atau Rp127,75 miliar bersumber dari modal sendiri.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement