Di sisi lain, harga day-old chick (DOC) pada Mei juga relatif stabil di Rp7.100 per ekor atau naik 1 persen secara bulanan. Stabilnya harga DOC dinilai mencerminkan permintaan dari peternak pembesaran ayam yang masih cukup kuat.
Prospek industri juga didukung potensi penurunan biaya pakan. CGSI menilai harga bahan baku berpeluang turun menjelang musim panen jagung pada Oktober hingga Desember 2026 sehingga dapat memperbaiki profitabilitas emiten perunggasan pada semester II-2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya menyampaikan produksi jagung bulanan diperkirakan mencapai titik terendah pada Mei dan mulai pulih sejak Juni 2026.
Namun, CGSI mengingatkan adanya potensi tambahan biaya impor bungkil kedelai atau soybean meal (SBM) yang masih terus dipantau. Jika terealisasi, biaya tambahan tersebut dapat mengurangi sebagian manfaat dari penurunan harga jagung.
Secara sektoral, CGSI tetap mempertahankan rekomendasi Overweight untuk sektor perunggasan. Pandangan positif itu didukung harga ayam yang relatif tinggi serta berlanjutnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026.