Kemudian penurunan tersebut juga disebabkan oleh gagalnya kesepakatan negara-negara produsen khususnya Arab Saudi dan Rusia untuk memangkas produksi minyak.
Adanya potensi risiko yang perlu menjadi perhatian pemerintah, CORE Indonesia mengatakan setidaknya terdapat 4 (empat) potensi risiko yang perlu diperhatikan pemerintah akibat rencana pelebaran defisit dan pembiayaan hingga tahun 2022, yakni:
1. Risiko dominasi kepemilikan asing pada surat utang pemerintah. Melebarnya defisit anggaran tentunya akan mendorong pemerintah untuk menerbitkan surat utang (SUN) sebagai salah satu sumber pembiayaan defisit yang semakin besar dan penerbitan SUN ini masih sangat bergantung pada investor asing.
Sekitar 35%-40% SUN yang diterbitkan pemerintah dipegang oleh investor asing. Angka ini relatif besar jika dibandingkan dengan negara-negara peer seperti Thailand. Kondisi ini menjadikan struktur pembiayaan anggaran akan sangat rentan terhadap pelarian modal secara tiba-tiba (sudden capital outflow).
2. Risiko pelemahan nilai tukar. Tingginya kepemilikan asing pada surat utang pemerintah juga meningkatkan risiko sudden capital outflow yang akan mendorong pelemahan nilai tukar.