sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pendapatan, EBITDA, hingga Laba Bersih Normalisasi Telkom Tumbuh Kuat di Semester I-2026

Market news editor Febrina Ratna Iskana
01/08/2026 10:24 WIB
Telkom (TLKM) berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun pada semester I-2026, tumbuh 3,9 persen secara YoY.
Pendapatan, EBITDA, hingga Laba Bersih Normalisasi Telkom Tumbuh Kuat di Semester I-2026. (Foto: iNews Media Group)
Pendapatan, EBITDA, hingga Laba Bersih Normalisasi Telkom Tumbuh Kuat di Semester I-2026. (Foto: iNews Media Group)

Berbekal fondasi bisnis B2C yang semakin kuat, Telkomsel akan terus mengakselerasi strategi quality growth dengan menempatkan pengalaman pelanggan sebagai prioritas utama, sekaligus memperluas kapabilitas digital melalui pengembangan ekosistem. Upaya tersebut akan diperkuat melalui pemanfaatan teknologi AI dan 5G, serta pengembangan solusi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan individu maupun pelaku usaha yang terus berkembang. Berbagai inisiatif ini diharapkan semakin memperkuat posisi Telkomsel sebagai pemimpin pasar sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.

Penguatan Infrastruktur Digital Dorong Akselerasi Pertumbuhan Segmen B2B

Total pendapatan Segmen B2B Infrastructure tumbuh 19 persen YoY menjadi Rp33,1 triliun pada semester pertama 2026, dengan pendapatan eksternal meningkat 4,9 persen YoY menjadi Rp4,7 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan pendapatan Data, Internet, dan IT Service. Pada bisnis menara telekomunikasi dan Fiber-to-the-Tower (FTTT), Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp4,7 triliun atau tumbuh 2,1 persenYoY, dengan Tower-Related Business tetap menjadi penopang utama pendapatan. Selain itu, total tenant meningkat menjadi 63.866 atau tumbuh 4,9 persen YoY sehingga mendorong rasio penyewaan (tenancy ratio) menara menjadi 1,57x.

Pada bisnis data center, Telkom terus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital regional melalui NeutraDC. Didukung meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur digital, Perseroan terus memperkuat bisnis ini melalui inisiatif konsolidasi yang akan menjadikan NeutraDC sebagai pengelola terpusat seluruh aset data center TelkomGroup. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas layanan, mengoptimalkan monetisasi aset, serta mendorong pertumbuhan melalui kolaborasi dengan mitra strategis.

Sementara pada Segmen B2B ICT, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp7,3 triliun, tumbuh 35,7 persen secara kuartalan (quartal to quartal/QoQ) meskipun masih terdampak oleh proses restrukturisasi portofolio dan streamlining yang tengah berlangsung.

Pada Segmen International Business, pendapatan tercatat sebesar Rp5,7 triliun pada periode ini. Seiring pergeseran portofolio bisnis menuju layanan konektivitas dan solusi digital dengan margin yang lebih tinggi serta berkurangnya ketergantungan pada bisnis traditional voice hubbing,

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement