Vincent menyampaikan, segmen jasa memberikan kontribusi laba dengan margin yang lebih tinggi dibandingkan segmen penjualan batu bara, mencerminkan operating leverage yang melekat pada model bisnis logistik berbasis aset.
Meski demikian, kedua segmen ini bersifat saling melengkapi, bukan saling bersaing sebagai pusat laba.
"Pertumbuhan volume jasa secara langsung mendorong peningkatan volume penjualan batu bara, karena volume jasa yang lebih baik memungkinkan perseroan untuk menjual batu bara dalam volume yang lebih besar," katanya.
Menurutnya, hubungan yang saling menguatkan antara segmen jasa dan penjualan ini memperkuat basis laba RMKE secara keseluruhan, di mana masing-masing segmen saling mendukung pertumbuhan satu sama lain, bukan berjalan sendiri-sendiri.
"Kami melihat tren yang jauh lebih baik pada kuartal kedua tahun ini, dengan pertumbuhan di seluruh segmen usaha yang kami miliki. Kami juga melihat iklim usaha yang akan semakin kondusif di sektor pertambangan, seiring dengan kebijakan pemerintah yang jauh lebih jelas pada semester kedua tahun ini," ujar Vincent.
(Dhera Arizona)