IDXChannel - PT Karya Permata Inovasi Indonesia (KPII), pemegang saham pengendali PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) berhasil melepas 600 juta saham perusahaan yang dikendalikannya.
Manuver pengendali tersebut dilakukan saat saham DADA tiba-tiba bangkit dari level Rp50. Saham emiten properti itu bahkan sempat menyentuh batas auto reject atas (ARA) pada 7 Januari 2026 meski berakhir di level Rp60. Saat itu, transaksi harian mencapai Rp553 miliar.
Saat itu, KPII menjual 600 juta saham lewat broker UOB Kay Hian Sekuritas (AI) dengan harga rata-rata Rp67 per saham. Dengan demikian, KPII meraup dana hasil penjualan sekitar Rp40,2 miliar.
Pada 8 Januari 2026, saham DADA juga kembali naik 5 persen ke level Rp63. Namun sejak saat itu, harga saham DADA terus turun dan saat ini berada di level Rp51.
Direktur DADA, Bayu Setiawan membenarkan penjualan saham DADA oleh pengendali. Dia mengungkapkan, langkah tersebut merupakan inisiatif pengendali dalam mengelola portofolionya.
"Penjualan 600 juta saham perseroan oleh KPII pada 8 Januari 2026 merupakan bagian dari strategi pengelolaan portofolio dan pemenuhan kebutuhan likuiditas internal KPII," katanya dikutip Sabtu (17/1/2026).
Bayu menegaskan bahwa aksi divestasi KPII tidak terkait dengan kondisi fundamental ataupun informasi material yang belum dipublikasikan oleh perseroan. Saat ini, kegiatan operasional DADA juga tetap berjalan normal.
Meski terus menjual saham DADA, kata Bayu, KPII tetap menjadi pemegang saham pengendali. KPII tetap menjadi pemegang saham terbesar DADA usai transaksi tersebut.
"Transaksi tersebut tidak mengakibatkan perubahan pengendalian perseroan. Struktur pengendalian tetap tidak berubah dan tidak terdapat perjanjian atau tindakan yang mengarah pada perubahan pengendalian," tuturnya.
Dengan adanya transaksi ini, saham DADA milik KPII tersisa 1,6 miliar saham atau setara 21,53 persen. Sebelum transaksi, KPII masih menggenggam 2,2 miliar saham atau setara dengan 29,60 persen dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan.
(Rahmat Fiansyah)