Kinerja tersebut diduga turut didukung implementasi yang semakin luas program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, jumlah hari kerja yang lebih banyak pada kuartal II-2026 akibat perbedaan jadwal pembatasan operasional truk juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan penjualan.
Dari sisi laba, Indo Premier mencatat kinerja ICBP melampaui ekspektasi pasar.
Sementara itu, laba PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan CMRY relatif sesuai dengan konsensus.
Berbeda, laba PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) berada di bawah perkiraan analis.
Pada sisi profitabilitas, MYOR mencatat perbaikan margin laba kotor (gross profit margin/GPM) paling signifikan dengan kenaikan 452 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.