AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Penjualan Millenium Pharmacon (SDPC) Tembus Rp2,27 Triliun di Kuartal III-2021

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Selasa, 02 November 2021 07:33 WIB
PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) mencatatkan penjualan bersih pada kuartal III-2021 senilai Rp2,27 triliun.
Penjualan Millenium Pharmacon (SDPC) Tembus Rp2,27 Triliun di Kuartal III-2021 (Dok.MNC)
Penjualan Millenium Pharmacon (SDPC) Tembus Rp2,27 Triliun di Kuartal III-2021 (Dok.MNC)

IDXChannel - Perusahaan farmasi PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) mencatatkan penjualan bersih pada kuartal III-2021 senilai Rp2,27 triliun, naik 16,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp1,95 triliun.

Dikutip dari Keterbukaan Informasi, Selasa (2/11), perseroan memiliki aset lancar yang meningkat 20,14 persen atau Rp214,17 miliar. Kenaikan tersebut didorong oleh piutang usaha (Rp109,68 miliar), piutang lain pihak ketiga (Rp2,66 miliar), piutang lain pihak berelasi (Rp14,72 miliar), persediaan (Rp134,57 miliar), pajak dibayar di muka (Rp19,95 miliar) dan uang muka (Rp3,55 miliar).

Emiten distributor produk farmasi ini mempunyai aset lancar yang menurun ada pada kas bank dan biaya dibayar di muka - bagian jangka pendek, yang masing masing menurun Rp62,59 miliar dan Rp8,37 miliar.

Nilai aset tidak lancar mengalami kenaikan 3,51 persen sebesar Rp4,12 miliar. Kenaikan ada pada aset hak guna - neto sebesar Rp23,13 miliar, sedangkan untuk biaya dibayar di muka - bagian panjang turun senilai Rp16,37 miliar. 

"Kenaikan dan penurunan tersebut dikarenakan adanya efek dari penerapan PSAK 71. Sehingga secara keseluruhan total nilai aset perseroan naik sebesar Rp218,29 miliar atau 18,49 persen dibandingkan periode sama 2020," kata Direktur PT Millennium Pharmacon International Tbk, Mohammad Fazly bin Hassan dalam siaran resminya, Jumat (29/10/2021).

Adapun liabilitas jangka pendek perseroan mengalami kenaikan sebesar Ro219,9 miliar atau 24,04 persen dari periode sama 2020. Kenaikan didorong oleh utang bank (Rp152,79 miliar), utang usaha pihak ketiga (Rp97,92 miliar), utang pajak (Rp1,96 miliar), beban akrual (Rp1,85 miliar), dan liabilitas jangka pendek (Rp2,27 miliar).

Sedangkan utang usaha pihak berelasi dan utang lain-lain pihak berelasi masing-masing mengalami penurunan sebesar Rp3,13 miliar dan Rp34,45 miliar.

Liabilitas jangka panjang perseroan mengalami penurunan 4,70 persen atau Rp1,35 miliar, sehingga secara keseluruhan kenaikan total liabilitas perseroan sebesar Rp217,84 miliar atau naik 23,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD