AALI
9600
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7650
ADHI
830
ADMF
8050
ADMG
173
ADRO
2970
AGAR
324
AGII
2030
AGRO
730
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1060
AKSI
296
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
212
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.09
-0.81%
-4.37
IHSG
6971.29
-0.64%
-44.77
LQ45
1002.80
-0.79%
-7.94
HSI
22124.19
-0.47%
-105.33
N225
26984.14
0.42%
+112.87
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,840
Emas
871,109 / gram

Penjualan Semen Naik, SMGR Kantongi Laba Rp498,56 M di Kuartal I-2022

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Sabtu, 28 Mei 2022 08:30 WIB
Naiknya pendapatan dari hasil penjualan semen berdampak positif terhadap kinerja keuangan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan entitas anaknya.
Penjualan Semen Naik, SMGR Kantongi Laba Rp498,56 M di Kuartal I-2022. (Foto: MNC Media)
Penjualan Semen Naik, SMGR Kantongi Laba Rp498,56 M di Kuartal I-2022. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Naiknya pendapatan dari hasil penjualan semen berdampak positif terhadap kinerja keuangan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan entitas anaknya. Alhasil, SMGR mencatatkan capaian laba bersih sebesar Rp498,56 miliar di kuartal I-2022, atau meningkat 10,70% dari periode sama tahun 2021 sebesar Rp450,36 miliar.

Dikutip dari laporan keuangan SMGR di Keterbukaan Informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu (28/5/2022), perseroan juga membukukan pendapatan bersih senilai Rp8,13 triliun pada kuartal I-2022. Capaian tersebut tumbuh 0,74% dibandingkan pendapatan di periode yang sama tahun 2021.

Penjualan semen berkontribusi paling besar terhadap pemasukan SMGR per 31 Maret 2022 sebesar Rp6,85 triliun, disusul terak Rp680,14 miliar, beton jadi dan siap pakai Rp365,99 miliar, bahan bangunan non-semen Rp149,04 miliar, dan lain sebagainya.

Kenaikan pendapatan membuat beban pokok pendapatan melonjak Rp5,88 triliun, lebih tinggi dari beban akhir Maret 2021 sebesar Rp5,69 triliun.

Perhitungan tersebut membuat laba per saham dasar SMGR tumbuh menjadi Rp84, dari periode sama tahun lalu sebesar Rp76.

Per 31 Maret 2022, SMGR membukukan total aset sebanyak Rp76,51 triliun, terdiri dari aset lancar Rp15,71 triliun, dan aset tidak lancar Rp76,51 triliun. Posisi aset kuartal I/2022 lebih tinggi 0,01% dibandingkan akhir tahun 2021 senilai Rp76,50 triliun.

Liabilitas atau utang perseroan membengkak 1,30% menjadi Rp35,39 triliun, dari akhir tahun 2021 sebanyak Rp34,94 triliun. Sementara ekuitas SMGR terpangkas dari akhir tahun lalu sebesar Rp39,78 triliun menjadi Rp39,38 triliun.

Adapun posisi kas dan setara kas perseroan akhir periode kuartal I/2022 sebesar Rp2,54 triliun, lebih rendah dari periode sama tahun 2021 sebanyak Rp3,80 triliun. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD