AALI
12325
ABBA
196
ABDA
0
ABMM
3060
ACES
995
ACST
161
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
655
ADMF
8075
ADMG
180
ADRO
3150
AGAR
330
AGII
2010
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
126
AHAP
62
AIMS
232
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
925
AKRA
1005
AKSI
224
ALDO
900
ALKA
302
ALMI
280
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.20
-1.33%
-7.19
IHSG
6840.78
-1.12%
-77.37
LQ45
1002.57
-1.24%
-12.61
HSI
20470.06
-1.19%
-247.18
N225
27001.52
0.98%
+262.49
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,169 / gram

Penuhi Syarat OJK, Bank Neo Commerce (BBYB) Akan Right Issue Rp5 Triliun

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Kamis, 13 Januari 2022 07:43 WIB
PT Bank Neo Commerce (BBYB) berencana menggelar right issue Rp5 triliun pada kuartal I-2022.
PT Bank Neo Commerce (BBYB) berencana menggelar right issue Rp5 triliun pada kuartal I-2022. (Foto: MNC Media)
PT Bank Neo Commerce (BBYB) berencana menggelar right issue Rp5 triliun pada kuartal I-2022. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Neo Commerce (BBYB) berencana menggelar right issue Rp5 triliun pada kuartal I-2022. Tindakan itu diambil untuk memenuhi modal inti minimum Rp3 triliun yang disyaratkan oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Berdasarkan penjelasan di keterbukaan informasi BEI, dikutip Kamis (13/1/2022), BBYB termasuk barisan kriteria bank yang wajib memenuhi modal inti sejumlah Rp3 triliun paling telat pada 31 Desember 2022. Hal itu sesuai dengan ketentuan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 12/2020 tentang konsolidasi bank umum.

"Untuk pemenuhan Modal Inti Minimum Rp3 triliun pada tahun 2022 sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB), Perseroan akan melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) VI dengan proyeksi dana yang diperoleh Rp5 triliun," tulis Direktur Utama Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan.

Adapun estimasi waktu pelaksanaan PMHMETD VI Perseroan pada triwulan I-2022. Sebelumnya, Perseroan telah menyampaikan rencana pemenuhan kewajiban Modal Inti Minimum sesuai Rencana Bisnis Bank 2022-2024.

Selain itu, perusahaan bersama pemegang saham juga tetap berkomitmen memenuhi jumlah saham free float dari jumlah saham tercatat sesuai kentuan V peraturan bursa No.I-A terkait free float.

”Pemenuhan modal ini minimum bisa mendongkrak kinerja dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan fasilitas pembiayaan, dan layanan digital perbankan,” imbuhnya.

Sepanjang tahun lalu, Bank Neo telah memenuhi kewajiban modal inti minimum paling sedikit Rp2 triliun. Aksi korporasi itu dilakukan melalui right issue tahap IV senilai Rp249,81 miliar.

Kemudian, right issue tahap V sejumlah Rp2,5 triliun. Jadi, per 31 Desember 2021, modal inti minimum Bank Neo tercatat Rp2,8 triliun. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD