AALI
8425
ABBA
540
ABDA
0
ABMM
1250
ACES
1310
ACST
246
ACST-R
0
ADES
2720
ADHI
885
ADMF
7675
ADMG
218
ADRO
1400
AGAR
368
AGII
1395
AGRO
2300
AGRO-R
0
AGRS
246
AHAP
68
AIMS
342
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3990
AKSI
422
ALDO
715
ALKA
292
ALMI
238
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/09/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
458.78
1.26%
+5.72
IHSG
6108.27
0.78%
+47.51
LQ45
862.18
1.23%
+10.45
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29639.40
-0.67%
-200.31
NYSE
16184.50
0.1%
+16.33
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,240
Emas
814,120 / gram

Penurunan Harga Pangan Dorong Deflasi IHK September 2020 hingga 0,05 Persen

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 02 Oktober 2020 09:00 WIB
Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2020 kembali mengalami deflasi 0,05% (mtm).
Penurunan Harga Pangan Dorong Deflasi IHK September 2020 hingga 0,05 Persen. (Foto: Ist)

IDXChannel - Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2020 kembali mengalami deflasi 0,05% (mtm), melanjutkan deflasi yang terjadi sejak Juli 2020. Perkembangan ini selain dipengaruhi oleh infasi inti yang tetap rendah, juga didorong oleh deflasi pada kelompok volatile food dan administered prices.

Berdasarkan keterangan Bank Indonesia, Kamis (1/9/2020), secara tahunan inflasi IHK September 2020 tercatat 1,42% (yoy), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 1,32% (yoy). Ke depan, Bank Indonesia konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna mengendalikan inflasi tetap dalam kisaran targetnya.

Inflasi inti September 2020 tercatat rendah 0,13% (mtm), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,29% (mtm). Penurunan ini terutama didukung oleh inflasi komoditas emas perhiasan yang mereda sejalan dengan perlambatan harga emas dunia.

Sementara itu, inflasi beberapa komoditas seperti uang kuliah akademi/perguruan tinggi dan upah tukang bukan mandor mengalami peningkatan. Secara tahunan, inflasi inti tercatat tetap rendah sebesar 1,86% (yoy), melambat dibandingkan dengan inflasi Agustus 2020 sebesar 2,03% (yoy).

Inflasi inti yang tetap rendah tidak terlepas dari pengaruh permintaan domestik yang belum kuat, konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, harga komoditas dunia yang rendah, dan stabilitas nilai tukar yang terjaga.

Kelompok volatile food kembali tercatat deflasi 0,60% (mtm) pada September 2020, namun tidak sedalam deflasi bulan sebelumnya 1,44% (mtm). Penurunan harga bahan pangan masih berlanjut seiring dengan melambatnya permintaan domestik, di tengah pasokan yang memadai didukung panen di beberapa sentra dan kendala distribusi yang minimal.

Sejumlah komoditas yang mendorong deflasi kelompok volatile food antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang merah. Deflasi kelompok volatile food yang lebih dalam tertahan oleh inflasi komoditas minyak goreng dan bawang putih. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat sebesar 0,55% (yoy), berbalik arah dari bulan sebelumnya yang tercatat deflasi sebesar 1,09% (yoy).

Kelompok administered prices kembali mengalami deflasi 0,19% (mtm), lebih dalam dibandingkan dengan deflasi bulan sebelumnya sebesar 0,02% (mtm). Perkembangan ini terutama didorong oleh berlanjutnya penurunan tarif angkutan udara selama September 2020 seiring masih rendahnya permintaan dan meningkatnya kembali kasus COVID-19 di Indonesia yang berdampak pada tertahannya mobilitas masyarakat. Secara tahunan, kelompok administered prices mencatat inflasi sebesar 0,63% (yoy), lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,03% (yoy). (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD