"Sinergi ini tidak hanya menjawab kebutuhan konektivitas, tetapi juga membangun fondasi infrastruktur digital jangka panjang. Kami melihat kolaborasi lintas sektor seperti ini sebagai kunci dalam mewujudkan transformasi digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan," katanya melalui keterangan resmi, Selasa (13/1/2026).
Sementara itu, Direktur PT Pos Properti Indonesia, Junita Roemawi mengatakan, kerja sama ini merupakan wujud kontribusi anak perusahaan PT Pos Indonesia (Persero) dalam mendukung kebijakan nasional di bidang konektivitas digital.
“Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Pos Properti Indonesia dalam mengoptimalkan aset negara untuk mendukung percepatan pemerataan infrastruktur digital dan perluasan akses internet yang lebih merata di seluruh Indonesia,” ujar Junita.
Penempatan tiang Base Transceiver Station (BTS) berperan penting dalam memperluas cakupan jaringan dan meningkatkan kualitas layanan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur telekomunikasi. Keberadaan tiang BTS memungkinkan distribusi sinyal yang lebih merata dan stabil, sehingga kualitas layanan internet dapat ditingkatkan tanpa harus membangun infrastruktur baru dari awal.
Perangkat OLT berfungsi sebagai pusat distribusi jaringan fiber optik yang menghubungkan jaringan inti dengan jaringan akses pengguna. Penempatan OLT pada aset properti yang strategis memungkinkan peningkatan kapasitas jaringan, efisiensi pengelolaan lalu lintas data, serta mendukung skalabilitas layanan seiring dengan pertumbuhan kebutuhan konektivitas masyarakat.