sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pergerakan IHSG pada Pekan Ini Dipengaruhi Dinamika Geopolitik Timteng

Market news editor Anggie Ariesta
13/04/2026 07:42 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai mulai menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah (reversal) setelah sempat tertekan hebat di bawah level 7.000. 
IHSG dinilai mulai menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah (reversal) setelah sempat tertekan hebat di bawah level 7.000. (Foto: iNews Media Group)
IHSG dinilai mulai menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah (reversal) setelah sempat tertekan hebat di bawah level 7.000. (Foto: iNews Media Group)

“Gencatan senjata ini memberikan katalis positif dalam jangka pendek, namun sifatnya masih sementara. Pasar tetap rentan terhadap perubahan sentimen apabila tidak diikuti de-eskalasi yang lebih berkelanjutan,” kata Rully.

Rully juga menyoroti nilai tukar rupiah yang masih rentan di kisaran Rp16.900 hingga Rp17.100 per dolar AS. Menurutnya, potensi keluarnya dana asing (capital outflow) masih terbuka lebar mengingat kondisi fiskal yang melebar.

“Pergerakan rupiah masih berpotensi berada pada kisaran 16.900 hingga 17.100, sementara risiko capital outflow tetap terbuka,” ujarnya.

Selain isu geopolitik, investor pekan ini akan mencermati risiko struktural dalam negeri, salah satunya defisit APBN yang merangkak naik ke posisi 0,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Faktor eksternal yang tak kalah krusial adalah rencana peninjauan (review) indeks MSCI pada 12 Mei 2026 mendatang. Hasil review ini diprediksi menjadi penentu utama arah aliran dana manajer investasi asing di pasar modal Indonesia dalam beberapa pekan ke depan.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement