SVP Corporate Secretary Telkom Jati Widagdo menyampaikan, Telkom memperkuat fundamental bisnis melalui penataan portofolio dan transformasi menjadi empat pilar yakni digital infrastructure, integrated B2C service, B2B ICT service, dan internasional.
"Sehingga, untuk memperkuat fundamental bisnis dan penataan portfolio tersebut, Telkom juga melakukan streamlining untuk portfolio non-core yang saat ini dimiliki Telkom, sehingga Telkom ke depan lebih fokus, lincah dan kompetitif di kancah global," ujarnya dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (3/6/2026).
Selain itu, aksi korporasi ini dilakukan juga untuk mendapatkan unlock value, serta mengikuti aspirasi PT Danantara Asset Management (Persero) (DAM) dalam penataan anak perusahaan (streamlining) di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Diharapkan dengan adanya aksi korporasi ini dapat mendukung transformasi Telkom Group menuju Strategic Holding serta memaksimalkan penciptaan nilai dari divestasi Admedika. Aksi pengembangan bisnis non-organik ini memberikan keuntungan bagi Telkom Group," katanya.
(Dhera Arizona)