sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Perkuat Modal, Campina (CAMP) Kembali Absen Bagi Dividen

Market news editor Rahmat Fiansyah
15/05/2026 07:45 WIB
PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) memutuskan untuk kembali tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham.
PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) memutuskan untuk kembali tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham. (Foto: Ist)
PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) memutuskan untuk kembali tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) memutuskan untuk kembali tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham. Hal ini sejalan dengan upaya perseroan dalam memperkuat struktur modal.

Hingga 31 Desember 2025, posisi ekuitas Campina mencapai Rp1 triliun, tumbuh 8 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp935 miliar. Selain itu, Campina juga tercatat tidak memiliki utang berbunga, sehingga kegiatan usaha sepenuhnya dibiayai oleh modal pemegang saham.

Keputusan untuk kembali absen membagikan dividen ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan di pabrik Campina, Surabaya, Selasa (12/5/2026).

"Rapat menyetujui untuk tidak membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham perseroan," kata manajemen Campina dikutip Jumat (15/5/2026).

Dengan demikian, laba bersih tahun lalu yang sekitar Rp74,8 miliar akan digunakan Rp72,5 miliar untuk saldo laba ditahan serta Rp2,2 miliar sebagai dana cadangan.

Dalam catatan IDX Channel, absennya perseroan menebar dividen yang merupakan yang kedua kalinya secara berturut-turut. Perseroan terakhir kali membagikan dividen pada tahun buku 2023.

Sejak 2024, profitabilitas Campina terus tertekan di tengah angka penjualan yang stagnan. Lesunya daya beli yang mendorong konsumen mengubah prioritas belanja pada hal yang esensial diharapkan pada beban bahan baku dan upah yang meningkat.

Di samping itu, Campina juga menghadapi persaingan yang ketat di industri es krim. Hal ini ditandai dengan langkah kompetitor yang melakukan ekspansi secara agresif hingga promosi harga besar-besaran.

Sepanjang 2025, Campina membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,17 triliun, naik tipis 1,13 persen secara tahunan. Proporsi penjualan di wilayah Indonesia Barat dan Timur juga cukup seimbang dalam dua tahun terakhir sebagai dampak dari kinerja pemasaran serta penguatan saluran distribusi.

Beban pokok penjualan naik 9 persen menjadi Rp529,7 miliar dan beban usaha naik tipis menjadi Rp557,2 miliar. 

Laba kotor turun 4 persen menjadi Rp644,7 miliar. Laba usaha anjlok 27 persen menjadi Rp114,9 miliar, sedangkan laba bersih turun 23 persen menjadi Rp74,8 miliar.

Di samping itu, belanja modal Campina juga cukup tinggi. Pada 2025, belanja modal mencapai Rp98 miliar dengan arus kas dari aktivitas operasional Rp100 miliar. Kondisi ini mencerminkan karakter industri es krim yang padat modal.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement